Pages

Ads 468x60px

Showing posts with label random posts. Show all posts
Showing posts with label random posts. Show all posts

Tuesday, July 23, 2013

Flashback Dwitasari a.k.a Bianca Dominique

Haaaaaai.
tadi abis stalking twitter temen2 blogger energy. kangen nih sebenernya u__u
pas stalking aku nemuin satu link blog *mungkin anggota baru ya?* yg ngomongin tentang dwitasari. sebagai orang yang saya rasa sedikit banyak tau mengenai dwitasari (walaupun hanya melalui dunia maya), akhirnya saya putuskan membuat post ini. lagi mood cerita nih. hehe

Dulu sekitar tahun 2010 apa 2011 ya? lupa-__-- Tahun itu adalah masa-masa kejayaannya Dwitasari. Saat itu ia menggunakan nama palsu yaitu Bianca Dominique (mungkin supaya tampak lebih keren). Saat itu, ia tak hanya dikenal pandai, tapi juga dikenal sangat cantik dan sempat memiliki pacar namanya Willy Iskandar. Namun, sayang sekaliii. Di balik kepandaiannya itu ternyata dia memiliki sikap yang cukup buruk, menurut saya. Bagaimana tidak? Ternyata dibalik kepopulerannya itu, ia telah melakukan pemalsuan identitas. Dan saya sebagai orang yang sempat mengidolakannya merasa tertipu. Identitas Dwitasari yang sesungguhnya terungkap setelah ada orang yang cukup baik hati mau membuka mata saya dan ribuan followers lainnya.
Melalui akun Biando haters (maaf saya lupa usernamenya), orang ini berhasil membongkar kedok Dwitasari. Dan begitu mengejutkan begitu mengetahui bahwa ternyata saat itu, Bianca Dominique yang saya kenal sangat pandai ternyata namanya nama palsu ~_~ namun, lebih mengejutkan lagi ketika mengetahui bahwa Biando yang dikenal cantik itu ternyata sudah mengambil foto orang lain, namanya kak Tarita Hasman. Dan masalah hubungannya dengan Willy Iskandar itu, ternyata mereka hanya berpacaran melalui dunia maya. Ya ampun kasian banget kan kak Willy ditipu:''' . Hm, saya nggak mau judge Dwitasari yang asli itu emang jelek atau gimana, tapi yang jelas dia udah melakukan hal yang bener-bener salah. Apa yang ia lakukan itu bukan pelanggaran namanya?! Pengguna sosial media nggak tahu diri.
Setelah kedoknya terbongkar, Dwitasari langsung menon-aktifkan akun @biandominique, mungkin udah nggak kuat dibully habis-habisan. Selain itu, ia juga membuat blog dengan nama 'Aku Bukan Sampah'. Aku sih emang gatau sekeras apa kehidupannya dalam keadaan menjadi anak broken-home. Tapi nggak gitu juga lah yaaa. Kalo gini kan jadinya malah setelah dipuji, dicaci maki. Pukpuk yaw.
Setelah orang-orang mulai bosan mencacinya, akhirnya Dwitasari muncul kembali di dunia pertwitteran dengan akun @TeenLoveFeel. Saya tau keberadaan akun ini melalui #openfollow. Ia dulu saya aktif banget ikut openfollow-__- Saya tau kalo akun itu punya ex-biando melalui url di twitternya yang menuju blog dwitasaridwitaa. Mungkin, ia pikir bekas-bekas followers biandominique udah pada musnah. Setelah mengikuti openfollownya teenlovefeel aku jadi saling follow sama akun ini. Aku mengikuti perkembangan dia dari gelombang kehidupan mayanya yang naik turun.Ternyata, di akun barunya ini ia mencoba mengembalikan ketenarannya. Setelah akun TeenLoveFeel memiliki cukup peminat, barulah ia mengunfollow followingnya. Anak twitter sih udah biasa sama yang kayak gini yaa. Lagian, terserah dia sih mau ngapain.
Tapi, aku ga bisa bohong. Dwitasari ini sastranya memang jago banget. Sampai-sampai dia berhasil menulis buku Raksasa Dari Jogja #BukuRDJ.  Aku sih orangnya main sportif aja lah yaa. Walaupun punya sisi buruk yang sangat bisa dijadikan alasan untuk menghujatnya, Dwitasari juga punya kelebihan tersendiri. Namanya juga manusia.
Pernah baca tweet orang nih, lupa juga tweetnya siapa-_- "Tweetnya Dwitasari galau mulu yah, ga ada yang membangun." Aduh saya setuju banget mbak-__-
Tapi *lagi*, maaf aja ya mbak Dwitasari. saya udah terlanjur ilfeel sama anda. Sebagus apapun buku anda saya jadi nggak minat baca.

Udah dulu ya, ini lagi puasa malah ngomogin orang. Ampun ya Allah U,u . Cukup itu yang aku tau tentang Dwita Sari atau yang sempat dikenal dengan nama Bianca Dominique. Salam hangat dari mantan fans yang cukup perhatian. Wassalam.

Wednesday, July 17, 2013

Mati rasa.

Pagi yang begitu dingin. Bahkan selimut putihku tak benar-benar bisa melindungiku dari udara yang tak segan-segan menusuk tulangku. Namun, kusadari. Dinginnya pagi ini tak lagi menjadi masalah untukku. Ya, aku mati rasa.
Beku. Mungkin begitulah keadaan untuk saat ini. Aku tak mampu bergerak. Seakan-akan ada bongkahan es yang menahanku untuk tetap berada di sini. Ya, aku mati rasa. Tepat di saat aku berada di dalam hati itu. Hati yang sebenarnya lembut, namun sayangnya kelembutan itu disia-siakan oleh mereka yang  begitu ia sayangi.
Harusnya ia tahu, masih ada orang yang begitu menyayanginya namun justru tak ia sayangi sebagaimana ia menyayangi orang-orang sebelumnya. Harusnya ia tahu, masih ada orang yang ingin mencerahkan kembali hidupnya namun tak pernah benar-benar ia beri kesempatan; sadarilah, orang itu ingin benar-benar berada di sampingnya. Harusnya ia tahu, masih ada secuil harapan yang ingin membahagiakannya. Hanya secuil? Hei, tak seharusnya kau remehkan itu! Bisakah kau belajar sedikit lebih menghargai? Menghargai bukanlah hanya mengenai perasaan. Tapi juga mengenai attitude. Orang yang sehari-harinya lebih menggunakan logika pun juga mengerti bagaimana cara menghargai.
Hatinya yang begitu dingin, kini telah menjalar ke seluruh bagian sisinya. Dan aku pun ikut terjebak. Hanya ada dua hal yang dapat membebaskan diriku. Pertama, cairkan es itu. Atau yang kedua, hancurkan es itu. Sebagai orang yang berperasaan, aku tahu mana yang harus ku pilih. Serumit apapun cerita  ini seharusnya tak menjadikanku ikut menjadi egois. Jika dunia ini dipenuhi oleh orang-orang egois, bisakah kau bayangkan apa yang terjadi? Dan sebagai orang yang masih punya otak dan dapat berpikir, aku juga tahu apa yang harus kupilih. Mencegah benih keegoisan itu! Bisakah kau bantu aku? Bukankah segalanya akan lebih mudah jika dilakukan bersama-sama? :)


Dan jika aku tampak berhenti, harus kau ketahui. Aku hanya beristirahat. Berhenti sejenak. Orang cerdas tak seharusnya menyia-nyiakan apa yang telah diperjuangkannya.


Tuesday, March 19, 2013

Teruntuk Cinta Pertama

Teruntuk Cinta Pertama.

Terimakasih. Terima kasih karena telah menjadi cinta pertamaku. Walau ku tahu, kau tak pernah menyadarinya. Menyadari bahwa kau telah menjadi cinta pertamaku. Tak menyadari bahwa aku sempat melakukan suatu penantian untukmu. Hingga akhirnya aku sadar, bahwa tak semua penantian harus berbuah manis. Tak semua penantian harus berakhir sesuai dengan yang diinginkan, yang dinantikan.
Namun, tanpamu bukan berarti aku melewatkan kisah cinta yang manis. Kau tahu? Aku tetap bisa bahagia tanpamu. Aku bahagia karena telah menyadari bahwa ada cinta yang lain dalam hatiku. Cinta yang tumbuh seiring berakhirnya penantianku terhadapmu. Cinta yang hadir di saat aku mulai benar-benar membuka mata, dan membuatku kembali berpikir, kau bukan untukku, dan aku bukan untukmu.
Cinta yang baru ini, memang bukanlah yang pertama sepertimu. Tapi bukan berarti ia tidak bisa mengambil alih posisimu, bukan berarti ia tak bisa membuatku tersenyum bahagia sepertimu. Kau pun harus tahu, kini aku telah menyayanginya lebih daripada ketika aku menyayangimu. Kau tahu kenapa? Karena ia selalu ada untukku. Dan tidak dapat kupungkiri pula, ia mungkin bisa saja benar-benar menjadi yang terakhir untukku.
Sekali lagi terima kasih, karena tanpa yang pertama, tak kan pernah ada yang terakhir.

Friday, November 2, 2012

Impossible is Nothing

Mungkin. Dalam KBBI memiliki arti belum tentu; boleh jadi; dapat terjadi; tidak mustahil. Kita udah sering banget denger kata-kata yang sebenarnya memang fakta tentang hal ini. Impossible is Nothing.


Tapi beberapa orang sering memberikan pengecualian dalam hal tertentu. Nah, di sini aku cuma mau ngelurusin mengenai hal-hal yang mereka anggap nggak-mungkin.

Kenapa orang-orang suka bilang 'nggak-mungkin'? Biasanya sih orang yang ngucapin kata-kata kayak gini identik dengan mereka yang ga mau ngelakuin usaha buat hal tertentu. Mereka udah terlanjur nyerah duluan. Mereka terlalu memakai logika. Contohnya, pasti secara logika kalian tau kalo tali yang udah putus nggak-mungkin bisa disambungin lagi. Padahal, kalo kita pikir-pikir lagi masih ada banyak cara buat nyambungin tali. Entah gimanapun caranya, pasti ada jalannya. Contoh lain, ada kabar kalo bulan Desember 2012 ini bakal kiamat. Oke, aku nggak menyalahkan ataupun membenarkan kabar ini. Sebagai warga negara Indonesia yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, aku cukup tau kalo Allah udah nentuin kapan kiamat bakal terjadi. Semuanya udah terjadwal. Mungkin beneran Desember ini, mungkin masih bertahun-tahun lagi, atau mungkin justru bakal terjadi besok._. Ya, yang penting kapanpun kiamat dateng, kita harus udah siap. Kalo ga siap ya derita lo._.V

Jadi, sebenarnya emang bener-bener ga ada yang ga mungkin. Hanya saja, kita harus tau bahwa logika itu emang masih kita butuhkan, tapi bukan untuk menentang hukum Impossible is Nothing, melainkan untuk menentukan berapa persen kemungkinan hal yang kita perkirakan bakal kejadian.

RRZA